Mingguku kelam …
Semua data di memoriku hilang …
Ya, aku memang tipe orang yang akan menyimpan hal-hal tiap inchnya. dan tentangmu, semua yang berkaitan denganmu yang mampu kuraih aku menyimpannya, tiap detailnya. Sebagian, menganggapku gila dan non-realitas, sisanya salut.
aku menyimpan semua pesan singkat yang kau tujukan padaku sejak 2005, sejak saat aku mulai merasakan hal yang aneh ketika mendengar dering sms atau telponmu, yang membuatku langsung dengan sigap meraih teleponku dan tak sabaran menunggu balasan, terkadang hingga tak sadari ku kirimkan pesan singkat seakan itu kesalahan operator. Terkadang diakhir tahun, ku menikmati membacanya kembali, merasakan bahagiamu, tawamu, atau pesan singkat yang terkadang hanya potongan lirik lagu atau sekedar menanyakan hal yang sebenarnya kaupun sudah tahu sampai kepada hal yang sangat tidak penting.
Selain itu, tentu saja aku juga menyimpan gambar, video dan rekaman suaramu...hal yang terkadang membuatku tertawa dalam sendiriku atau sekedar membuatku tersenyum ketika rinduku memuncak namun harga diri dan ego menghentikan jariku menekan tombol 2 atau angka-angka yang dengan sendirinya terpatri dalam ingatanku.
Malam ini, untuk pertama kali sekembaliku ke rumah, aku meratapimu dengan sangat, dan tangan serta otakku tak hentinya mencari cara bagaimana agar memori itu diperbaiki, kembali atau apapun juga yang membuatnya dapat seperti sedia kala. Aku tak merasakan waktu yang telah hampir 4 subuh dan kakiku yang luka karena berkeliling di seantero kota mencari siapa saja, apapun juga yg dapat mengembalikannya. Aku terdiam menyadari tawaku yang tak akan pernah sama. Baris kata yang tak pernah terukir sama. Wajah yang sejenak akan mengikis dalam ingatan. Atau suara berat yang tak mungkin akan pernah kudengar lagi.
Semua sirna dalam sekejap. Mengutuk air mata yang dengan mudahnya mengalir semalaman dan membuat mataku bengkak dengan wajah sembap.
Jujur saja, aku takut, saat kau mulai melangkah pergi dan akhirnya hilang, aku hanya mampu menatap dan memandangi sisa bayangmu. Aku memang tak pernah mencoba menarikmu kembali, aku membiarkanmu, menetapkan hati dan memilih mengenai siapa yang benar dan salah dan sejujurnya ku mengukur seberapa dalam kau mengenalku, karena semua sia-sia jika selama ini kau hanya mengenali jemari yang bisa kau genggam.
Untuk kita...menyadari suatu hari akan terbangun tanpa mengingatmu,
melalui mu tanpa menoleh,
mendengar suara mu tanpa tertawa, tertidur tanpa merindukanmu.
Itu..menyedihkan untukku *
pic Note : * dikutip dari sini
sepertiga malam 14 desember sembari mengutuk!!!



2 comments:
hakhahahhaa...
klo ko d jkarta, sa siap temani ko..sa ingat ko bawa es krim gede k kamar trus ko habiskan sndiri..hehehe,waktunya mi recovery mungkin ^^
hikshikshiks...
sudahma habiskan 2 box gede :(
sakit hatiku, habis rusak memori cardku, nda ada 2 minggu, itu nokia lagi kasina :(
Dia membuatku tidak bisa menyimpan sedikitpun tentangnya
sampe capeka menghujat Dia!!!
Post a Comment